33 Pria Jadi Korban Perkosaan 3 Wanita Muda!!

Saat warga jakarta sedang dipusingkan dengan kasus pemerkosaan terhadap wanita penumpang angkot. di Harare, Afrika, sedang marak dengan aksi gerombolan wanita pemerkosa pria yang berkeliaran di ibukota Zimbabwe.

Modusnya hampir mirip, menggunakan mobil untuk menjaring korbannya, bedanya, di Harare si pelaku menggunakan mobil pribadi.Saat ini kepolisian Harare, sedang menyelidiki serentetan penculikan menggunakan mobil pribadi. Cara menjaring korban tergolong mudah, mengajak pria yang sedang menunggu angkutan umum untuk menumpang mobil pribadi yang berisi 3 wanita muda di dalamnya. nyaris tak ada pria yang menolak tawaran langka tersebut.

Setelah berada di dalam mobil, penumpang pria ditawari minuman yang sudah dicampur obat penenang. Sekian menit kemudian korban pun tertidur. Saat itulah para pelaku beraksi untuk melampiaskan hasratnya. Kan tidur? Inilah kelebihan pria, meskipun si Iman tidur toh si ´Amin´ tetap terjaga.

Kepolisian Harare seperti dikutip newzimbabwe.com menuturkan, pada pemerkosaan ketiga barulah sang pria terbangun, karena sang ´adik´ dipaksa ´bangun´ terusnya. Pasalnya, tiap pelaku berupaya korbannya mengalami ejakulasi tiap kali berhubungan intim.

“Pelaku pemerkosa rupanya mengumpulkan air mani korban untuk disimpan dalam kondom. Tiap pelaku berupaya memiliki sperma korbannya,” kata Asisten Komisaris Senior Charles Makono, Kepala Polisi Midlands, Harare seperti dikutip wikileaksnews.net.

Makono mengakui, polisi telah menangkap tiga wanita pelaku berusia 20-an yakni Rosemary Rosemary Chakwizira, 24, Sophie Nhokwara, 26, dan Netsai Nhokwara, 24. Mereka warga distrik Mkoba 4, Gweru, Harare. Penangkapan berikutnya meringkus seorang pria yang bertindak sebagai pengemudi mobil sewaan.

Selain menangkap pelaku, polisi juga menemukan 33 kondom di dalam mobil para pelaku.

Polisi menduga pemerkosaan dan pengumpulan sperma itu terkait dengan ritual mistis untuk keperluan black magic alias ilmu hitam.

Kepolisian Harare saat ini sedang mengumpulkan para korban untuk dimintai keterangan. “Namun tak semua korban datang ke kantor polisi untuk melapor,” ungkap Makono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s